Perbandingan Antara Pengobatan Tradisional Dengan Modern

Perbedaan Standar Obat Herbal dan Obat Modern

Standarisasi obat herbal jangan disamakan dengan obat modern. Kalau disamakan dengan obat modern melalui evidence based tidak akan ketemu.

“Apabila obat herbal dicari zat aktifnya, namanya sudah bukan obat herbal lagi, melainkan seperti obat modern dan justru akan menimbulkan efek samping yang banyak, ” kata salah seorang pendiri Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan, Nurfina Aznam Nugroho. Ia menanggapi pemberitaan bahwa saat ini penelitian yang menguji efek dan efek samping obat herbal terhadap manusia masih minim. Sehingga, sebagian besar dokter di Indonesia belum merekomendasikan pengunaan obat tradisional karena belum memenuhi standar akademik ilmiah.

Obat herbal itu sudah dibuktikan puluhan tahun dan bahkan ratusan tahun penggunaannya aman. Justru obat modern yang sudah ji evidence based seperti parasetamol kalau digunakan selama jangka panjang efek sampingnya mengiritasi lambung. Sementara, obat herbal meskipun penggunaannya lama relatif aman. Dan, ini sudah dibuktikan oleh masyarakat yang menggunakannya. Sering kali orang juga menanyakan tentang standar dosis. Standar dosis obat tradisional dengan obat modern juga tidak bisa disamakan karena ukurannya berbeda. Dan sekarang banyak metode pengobatan kanker maupun penyakit lain, seperti lilin terapi maupun menggunakan jenis energi lain.

Kalau obat modern itu hanya ada satu zat aktif, kalau obat herbal, misalnya dalam kunyit itu banyak zat aktifnya antara lain curcumin, minyak atsiri dan turunannya lebih banyak lagi. Sehingga, antara satu zat aktif dengan zat aktif lainnya itu bisa saling mendukung, bisa mengurangi efek samping. Karena itu, untuk obat herbal standar yang diterapkan antara lain, secara empiris dan dibuktikan secara luas bahwa orang menggunakan obat herbal. Misalnya, kunyit sebagai antinyeri, antiinflamasi, dan sebagainya, standar higienis pembuatan yang baik, bahan bakunya tidak berjamur, utuh, dan tidak bopeng-bopeng.

Sebetulnya, kata dia, pemerintah dalam hal ini Badan Pengawas Obat dan Makanan jika membuat standar jamu, herbal berstandar, fitofarmaka itu justru jadi bumerang. Di Cina dan Jepang, klasifikasinya hanya obat herbal. Kalau menjadi fitofarmaka malah hanya akan menjadi obat modern karena hanya diambil satu senyawa zat aktif. Sehingga, belum tentu efek pengobatannya lebih bagus karena sudah dipisahkan zat aktifnya

(http://bebibluu.blogspot.com/2009/10/perbedaan-standar-obat-herbal-dan-obat.html)

 

Perbedaan Obat Herbal dengan Obat Kimia

Obat Herbal :

1.Diarahkan pada sumber penyebab penyakit dan perbaikan fungsi serta organ-organ yang rusak.
2.Bersifat rekonstruktif atau memperbaiki organ dan membangun kembali organ-organ, jaringan atau sel-sel yang rusak.
3.Bersifat kuratif artinya benar-benar menyembuhkan karena pengobatannya pada sumber penyebab penyakit.
4.Lebih diutamakan untuk mencegah penyakit, pemulihan penyakit-penyakit komplikasi menahun, serta jenis penyakit yang memerluakan pengobatan lama.
5.Reaksi lambat tetepi bersifat konstruktif atau memperbaiki dan membangun kembali organ-organ yang rusak.
6.Efek samping hampir tidak ada, asalkan diramu oleh herbalis yang ahli dan berpengalaman.

Obat Kimiawi :

1.Lebih diarahkan untuk menghilangkan gejala-gejalanya saja.
2.Bersifat sympthomatis yang hanya untuk mengurangi penderitaannya saja.
3.Bersifat paliatif artinya penyembuhan yang bersifat spekulatif, bila tepat penyakit akan sembuh, bila tidak endapan obat akan menjadi racun yang berbahaya.
4.Lebih diutamakan untuk penyakit-penyakit yang sifatnya akut (butuh pertolongan segera) seperti asma akut, diare akut, patah tulang, infeksi akut dan lain-lain.
5.Reaksi cepat, namun bersifat destruktif artinya melemahkan organ tubuh lain, terutama jika dipakai terus-menerus dalam jangka waktu lama.
6.Efek samping yang bisa ditimbulkan iritasi lambung dan hati, kerusakan ginjal, mengakibatkan lemak darah.
7. Reaksi terhadap tubuh cepat

(http://herbalmadiun.wordpress.com/2011/03/31/perbedaan-obat-herbal-dengan-obat-kimia/)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: