Proses Terbentuknya Manusia

Terbentuknya Manusia

Terbentuknya manusia menurut Agama Islam

Agama Islam percaya akan kisah Nabi Adam dan Hawa yang disebutkan pada Al Baqarah ayat 30-39. Sebagai terjemahan yang digunakan adalah Tafsir Al Misbah yang ditulis oleh Quraish Shihab. Ayat 30 berbunyi sebagai berikut:

“Ingatlah ketika Tuhan-mu berfirman kepada para malaikat, “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan satu khalifah di muka bumi”. Mereka berkata, “Apakah Engkau hendak menjadikan di bumi itu siapa yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji-Mu dan menyucikan-Mu?” Tuhan berfirman, “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.

Dari ayat diatas tampak bahwa malaikat mempunyai dugaan bahwa khalifah yang akan diciptakan Allah ini adalah mahluk yang akan membuat kerusakan di muka bumi dan menumpahkan darah dalam perselisihan. Dalam Tafsir Jalalain disebutkan bahwa perbuatan itu juga dilakukan bangsa jin yang dulunya mendiami bumi sebelum manusia. Sesudah mereka berbuat kerusakan, Allah mengirimkan malaikat dan dibuanglah mereka ke gunung-gunung dan pulau-pulau terpencil .

Dalam Tafsir Al Misbah dijelaskan bahwa selain berdasarkan pengalaman makhluk sebelumnya, dugaan itu mungkin timbul dari sebutan khalifah itu sendiri. Arti kata ini mengesankan makna pelerai perselisihan dan penegak hukum, sehingga dengan demikian pasti ada di antara mereka yang berselisih dan menumpahkan darah. Manusia tetap akan dijadikan khalifah di muka bumi oleh Allah.

(http://id.wikipedia.org/wiki/Mitos_penciptaan)

Terbentuknya Manusia menurut Agama Hindu

Ada beragam kisah penciptaan alam semesta yang dituturkan secara mitologis dan berbeda-beda dalam kitab-kitab Purana. Menurut kitab Weda, unsur dasar alam semesta ini adalah aditi yang berarti ketiadaan atau kehampaan. Segala sesuatu yang ada merupakan diti yang artinya terikat. Sebelum adanya alam semesta, yang ada hanyalah Brahman, sesuatu yang sulit dilukiskan. Brahman berada di luar kehidupan dan kematian, tak terikat oleh waktu, abadi, tak bergerak, ada dimana-mana, memenuhi segala sesuatu.

Menurut kepercayaan Hindu, alam semesta terbentuk secara bertahap dan berevolusi. Brahman menciptakan alam semesta dengan tapa. Dengan tapa itu, Brahman memancarkan panas. Setelah menciptakan, Brahman menyatu ke dalam ciptaannya. Menurut kitab Purana, pada awal proses penciptaan, terbentuklah Brahmanda. Pada awal proses penciptaan juga terbentuk Purusa dan Prakerti. Kedua kekuatan ini bertemu sehingga terciptalah alam semesta. Tahap ini terjadi berangsur-angsur, tidak sekaligus. Mula-mula yang muncul adalah Citta (alam pikiran), yang sudah mulai dipengaruhi oleh Triguna, yaitu Sattwam, Rajas dan Tamas. Tahap selanjutnya adalah terbentuknya Triantahkarana, yang terdiri dari Buddhi (naluri); Manah (akal pikiran); Ahamkara (rasa keakuan). Selanjutnya, munculah Pancabuddhindria dan Pancakarmendria, yang disebut pula Dasendria (sepuluh indria).

Setelah timbulnya Pancabuddhindria dan Pancakarmendria, maka sepuluh indria tersebut berevolusi menjadi Pancatanmatra, yaitu lima benih unsur alam semesta yang sangat halus, tidak berukuran. Pancatanmatra merupakan benih saja. Pancatanmatra berevolusi menjadi unsur-unsur benda materi yang nyata. Unsur-unsur tersebut dinamai Pancamahabhuta, atau Lima Unsur Zat Alam. Kelima unsur tersebut yaitu: Akasa (ether); Bayu (zat gas, udara); Teja (plasma, api, kalor); Apah (zat cair); Pertiwi (zat padat, tanah, logam).

Pancamahabhuta berbentuk Paramānu, atau benih yang lebih halus daripada atom. Pada saat penciptaan, Pancamahabhuta bergerak dan mulai menyusun alam semesta dan mengisi kehampaan. Setiap planet dan benda langit tersusun dari kelima unsur tersebut, namun kadangkala ada salah satu unsur yang mendominasi. Sari-sari Pancamahabhuta menjadi Sadrasa, yaitu enam macam rasa. Unsur-unsur tersebut dicampur dengan Citta, Buddhi, Ahamkara, Dasendria, Pancatanmatra dan Pancamahabhuta. Dari pencampuran tersebut, timbulah benih makhluk hidup, yaitu Swanita dan Sukla. Pertemuan kedua benih tersebut menyebabkan terjadinya makhluk hidup.

Kehidupan dimulai dari yang paling halus sampai yang paling kasar. Sebelum manusia diciptakan, terlabih dahulu Brahman dalam wujud sebagai Brahma, menciptakan para gandharwa, pisaca, makhluk gaib, dan sebagainya. Setelah itu terciptalah tumbuhan dan binatang. Manusia tercipta sesudah munculnya tumbuhan dan binatang di muka bumi. Karena memiliki unsur-unsur yang menyusun alam semesta, maka manusia disebut Bhuwana Alit, sedangkan jagat raya disebut Bhuwana Agung.

Menurut kepercayaan Hindu, manusia pertama adalah Swayambu Manu. Nama ini bukan nama seseorang, melainkan nama spesies. Swayambu Manu secara harfiah berarti “makhluk berpikir yang menjadikan dirinya sendiri”.

(http://id.wikipedia.org/wiki/Mitos_penciptaan)

Terbentuknya Manusia menrut teori Darwin

Teori darwin manusia asal mula dari kera

Terori Darwin adalah manusia bermula dari kera. Manusia adalah hasil evolusi sejenis

kera, memang kera memiliki organ dan bentuk tubuh mendekati manusia. Walaupun

ditemukan bukti berupa fosil manusia yang mirip dengan kera, semua itu di temukan

 beberapa tempat bumi dan mebuktikan adanya evolusi. Tetapi pada teori tersebut tidak di

temukan sebuah mata rantai yang jelas sehingga dapat menghubungkan langsung evolusi

kera kepada bentuk manusia saat ini.

(http://www.scribd.com/doc/34245700/Proses-Penciptaan-Manusia-Berdasarkan-Teori-Darwin-ateng-aan-safwandi-paya-cut-matangglumpangdua-bireuen)

Terbentuknya Manusia Menurut Agama Kristen

manusia diciptakan menurut “gambar” dan “rupa” Allah. Lalu dengan demikian apakah arti “gambar” (Ibrani : tzelem) dan “rupa” (Ibrani “ demuth).

a. Manusia yang diciptakan menurut “gambar” dan “rupa” mempunyai kemampuan untuk bersekutu dengan Allah yang secara unik mencerminkan kasih, kemuliaan dan kekudusan-Nya. Ini terlihat ketika Allah berbicara kepada manusia secara langsung dan pribadi (ay. 22, 28).

b. Manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Berbeda dengan binatang dan tumbuhan diciptakan “segala jenis” atau “according to its kind” (menurut jenisnya). Lihat Kejadian 1:11-12, 21, 24-25. Ada beragam jenis , tipe atau species tumbuhan, burung, binatang laut dan binatang darat, namun manusia tidak sedemikian halnya. Manusia bisa memiliki perbedaan warna kulit, perawakan dan hal lain, namun ada satu persamaan yang fundamental yaitu sama-sama diciptakan menurut gambar dan rupa Allah.

c. Manusia memiliki keserupaan moral dengan Allah, karena mereka tidak berdosa dan kudus, memiliki hikmat, hati yang mengasihi dan kehendak untuk melakukan yang benar (bd. Ef 4:24). Ketika Adam dan Hawa berdosa, keserupaan moral dengan Allah ini tercemar (Kej 6:5). Dalam proses penebusan, orang percaya harus diperbaharui kepada keserupaan moral itu lagi (bd. Ef 4:22-24; Kol 3:10).

d. Adam dan Hawa memiliki keserupaan alamiah dengan Allah. Mereka diciptakan sebagai makhluk yang berkepribadian dengan roh, pikiran, perasaan, kesadaran diri, dan kuasa untuk memilih (Kej 2:19-20; Kej 3:6-7; 9:6). Allah menciptakan manusia sebagai makhluk tiga-unsur (roh, jiwa, tubuh), memiliki pikiran, perasaan dan kehendak agar menyembah serta melayani Tuhan dengan iman, kesetiaan, dan rasa syukur.

e. Penciptaan manusia dalam rupa Allah tidak berarti bahwa mereka adalah ilahi. Manusia diciptakan pada tingkat yang lebih rendah (hampir sama dengan Allah) dan senantiasa bergantung kepada Allah. Setiap kali Tuhan Allah menciptakan selalu berfirman “baik” (Kej. 1:10; 13) sedangkan pada saat selesai menjadikan manusia dari debu tanah Tuhan berfirman “amat baik” (Kej. 1:31) sehingga manusia dijadikan mahkota Allah (Maz. 8:6)

(http://agamakristen17.blogspot.com/)

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: